Jarak dan kondisi geografis tidak menghalangi PMI untuk menjangkau warga Dusun Lewar, Desa Lemarang, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai. Pada 22 September 2026, sebanyak 20 personel PMI menyeberangi laut dengan kondisi gelombang tinggi untuk menghadirkan layanan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak gempa 15 Agustus lalu.
Dusun Lewar merupakan wilayah yang cukup sulit dijangkau. Warga harus menyeberangi laut dan berjalan sekitar 7 kilometer melalui jalur berbatu di sepanjang pantai untuk mencapai pusat layanan kesehatan di wilayah tersebut.
“Akses ke fasilitas kesehatan cukup sulit karena warga harus menyeberangi laut untuk mendapatkan layanan.” ujar Kepala Desa Lemarang, Kornelis Erdian Osong.
Setibanya di Dusun Lewar, PMI memberikan layanan kesehatan kepada 80 warga, terdiri dari 20 laki-laki dan 60 perempuan. Pemeriksaan dilakukan dengan mendengarkan keluhan warga, memberikan pemeriksaan kesehatan, pengobatan, serta edukasi sesuai kebutuhan.
Dokter PMI, Nugroho Arif Budiawan, mengatakan beberapa keluhan yang ditemukan antara lain nyeri otot atau myalgia, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), gangguan lambung, serta gejala awal dehidrasi akibat kurangnya konsumsi air putih.
“Kami menemukan beberapa keluhan seperti nyeri otot, ISPA, gangguan lambung, dan gejala awal dehidrasi.” jelas dr. Arif.
Kondisi akses air juga menjadi perhatian. Menurut pemerintah desa, sebelum gempa warga mengandalkan mata air di sekitar dusun. Namun, setelah gempa, debit air berkurang dan air mengandung lebih banyak kapur.
Salah satu warga, Marselina Asti Hunar (31), mengaku terbantu dengan layanan kesehatan yang datang langsung ke dusunnya. Ia mendapatkan pemeriksaan setelah mengeluhkan pusing dan mual.
“Kami sangat terbantu karena tidak perlu menyeberang ke Puskesmas Lemarang untuk memeriksakan kesehatan.” ungkap Asti.
Selain pemeriksaan dan pengobatan, PMI juga memberikan promosi kesehatan untuk membantu warga menjaga kesehatan setelah bencana. Relawan mengedukasi masyarakat mengenai perilaku hidup bersih dan sehat, enam langkah cuci tangan yang benar, pencegahan rabies, pentingnya konsumsi air yang cukup, serta pemanfaatan perlengkapan kebersihan dan kelambu yang diterima warga.
Edukasi tersebut menjadi bagian penting dari layanan PMI untuk membantu masyarakat mencegah masalah kesehatan dan menjaga kesehatan keluarga di tengah keterbatasan akses layanan dasar.
Bagi PMI, kehadiran layanan kesehatan di wilayah terpencil merupakan bagian dari upaya memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan meski menghadapi keterbatasan akses.
“Selama masih bisa diakses, PMI akan berusaha hadir memberikan layanan kepada masyarakat yang membutuhkan.” ujar perwakilan PMI Provinsi NTT, Adrianus Jeharum.
Perjalanan menuju Dusun Lewar mungkin harus melewati laut dan medan yang tidak mudah. Namun, bagi PMI, tantangan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk memastikan layanan kesehatan dan informasi kesehatan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan, di mana pun mereka berada.
Sumber: PMI.or.id
